!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Wednesday, March 25, 2015

Lee Kuan Yew,meninggal Senin (23/03)

Lee Kuan Yew,meninggal Senin (23/03)

Singapura memulai hari berkabung selama tujuh hari untuk mengenang wafatnya pendiri negara, Lee Kuan Yew, pada usia 91 tahun.

Lee, yang meninggal Senin (23/03) subuh waktu setempat, berhasil membangun Singapura dari sebuah pulau kecil yang tidak memiliki sumber daya alam menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia.

Sejumlah pemimpin dunia sudah menyampaikan penghormatan dengan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, menyebut Lee sebagai 'raksasa sejarah' yang saran-sarannya dicari para pemimpin dunia.
Hong Kong

Kedutaan Besar Singapura di Hong Kong menyediakan buku kenangan untuk Lee Kuan Yew.

Warga Singapura
Di beberapa perkampungan, warga Singapura membuat tempat penghormatan untuk Lee Kuan Yew.

Sementara Sekjen PBB, Ban Ki-moon mengatakan 'amat sedih' atas kepergian Lee.
Masa berkabung di Singapura akan berpuncak pada upacara pemakaman secara kenegaraan pada hari Minggu 29 Maret dan jenazah Lee akan dibaringkan di parlemen Singapura mulai Rabu pekan ini.
Singapura

Warga Singapura menyambut kedatangan jenazah Lee Kuan Yew di istana presiden.
Sementara acara pribadi untuk keluarga akan berlangsung hari ini hingga Selasa.
Pernyataan pemerintah mengatakan bahwa Lee Kuan Yew 'meninggal dunia dengan damai' di Singapore General Hospital, tempat dia dirawat sejak awal Februari.
Dia menderita radang paru-paru dan menggunakan peralatan bantuan selama dirawat dan kondisinya dinyatakan dalam keadaan kritis pekan lalu.

Lee Kuan Yew
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lee Kuan Yew
李光耀

Menteri Mentor
Masa jabatan
12 Agustus 2004 – 14 Mei 2011
Presiden  S. R. Nathan
Perdana Menteri      Lee Hsien Loong
Didahului oleh Tidak ada, jabatan baru
Menteri Senior
Masa jabatan
28 November 1990 – 12 Agustus 2004
Presiden  Wee Kim Wee
Ong Teng Cheong
S. R. Nathan
Perdana Menteri      Goh Chok Tong
Didahului oleh S. Rajaratnam
Digantikan oleh       Goh Chok Tong
Perdana Menteri Singapura ke-1
Masa jabatan
3 Juni 1959 – 28 November 1990
Presiden  Yusof bin Ishak
Benjamin Henry Sheares
C. V. Devan Nair
Wee Kim Wee
Deputi      Toh Chin Chye (1959-1968)
Goh Keng Swee (1968-1985)
Goh Chok Tong (1985-1990)
S. Rajaratnam (1980-1985)
Ong Teng Cheong (1985-1993)
Didahului oleh Tidak ada, jabatan baru
Digantikan oleh       Goh Chok Tong
Informasi pribadi
Lahir        16 September 1923
Singapura
Meninggal       23 Maret 2015 (umur 91)
Singapura
Partai politik    PAP
Suami/istri       Kwa Geok Choo
Lee Kuan Yew (bahasa Mandarin: 李光耀, Pinyin: Lǐ Guāngyào, lahir di Singapura, 16 September 1923 – meninggal di Singapura, 23 Maret 2015 pada umur 91 tahun) adalah Perdana Menteri Singapura dari tahun 1959 – 1990. Ia tetap menjadi tokoh politik yang berpengaruh di Singapura sejak pengunduran dirinya sebagai perdana menteri. Semasa pemerintahan Goh Chok Tong, Lee menjabat sebagai Menteri Senior. Saat ini jabatan dia ialah Menteri Mentor, sebuah jabatan baru yang dibentuk di bawah kepemimpinan anaknya, Lee Hsien Loong, yang menjadi PM ketiga pada 12 Agustus 2004.

Ia meninggal pada 23 Maret 2015 di Singapore General Hospital, Singapura karena radang paru-paru[1]. Sebelumnya kondisinya terus menurun sejak dirawat di rumah sakit pada 5 Februari 2015[2].


Politikus kelahiran Singapura ini bersekolah di SD Telok Kurau, Raffles Institution dan Raffles College. Kuliahnya tertunda akibat Perang Dunia II dan pendudukan Jepang di Singapura pada 1942–1945. Pada masa itu, ia menjual Stikfas, sejenis lem yang dibuat dari tapioka, di pasar gelap. Lee yang sejak 1942 mengambil mata pelajaran bahasa Mandarin dan bahasa Jepang bekerja sebagai penulis laporan kilat Sekutu bagi Jepang serta menjadi editor bahasa Inggris untuk koran Jepang Hobudu (alat propaganda) dari 1943–1944.

Setelah perang berakhir, Lee mengambil jurusan hukum di Fitzwilliam College, Inggris. Ia kembali ke Singapura pada 1949 untuk bekerja sebagai pengacara di biro Laycock & Ong.

Karier politik[sunting | sunting sumber]
Pada 1954, Lee bersama sekelompok rekan kelas menengah yang berpendidikan di Inggris membentuk Partai Aksi Rakyat (PAP) untuk mendorong berdirinya pemerintahan Singapura yang berdaulat sehingga kolonialisme Britania Raya dapat berakhir. Lima tahun kemudian, pada 1959, Lee terpilih sebagai Perdana Menteri pertama Singapura, menggantikan mantan Kepala Menteri Singapura, David Saul Marshall. Lee kembali terpilih menjadi PM untuk ketujuh kalinya berturut-turut dalam kondisi Singapura yang bercondong kepada demokrasi terbatas (1963, 1968, 1972, 1976, 1980, 1984 dan 1988), hingga pengunduran dirinya pada November 1990 kemudian menjabat sebagai Menteri Senior pada kabinet Goh Chok Tong. Pada Agustus 2004, tatkala Goh mundur dan digantikan oleh anak Lee, Lee Hsien Loong, Goh menjabat sebagai Menteri Senior, dan Lee Kuan Yew menjabat posisi baru, yakni Menteri Mentor.

Latar belakang keluarga[sunting | sunting sumber]
Beberapa anggota keluarga Lee memegang posisi terkemuka di berbagai aspek kehidupan di Singapura. Istri Lee, Kwa Geok Choo, tadinya merupakan salah satu kompanyon biro pengacara terkemuka Lee & Lee. Sedangkan anak-anaknya memegang posisi di berbagai badan usaha milik negara. Lee Hsien Loong kini menjabat sebagai Perdana Menteri sekaligus Menteri Keuangan Singapura serta Wakil Ketua Perusahaan Investasi Pemerintah (GIC) Singapura (ketuanya ialah ayahnya). Lee Hsien Yang memegang posisi penting di perusahaan telekomunikasi SingTel. Anak perempuannya, Lee Wei Ling, mengurus Institusi Saraf Nasional. Menantu perempuannya, Ho Ching (istri Lee Hsien Loong), mengurus Temasek Holdings, sebuah perusahaan perseroan terkemuka yang memegang saham mayoritas di berbagai perusahaan pemerintah. Lee acapkali membantah tuduhan nepotisme dengan argumen posisi terkemuka yang dipegang anggota keluarganya berdasarkan prestasi masing-masing.

Andil dan kontroversi[sunting | sunting sumber]
Andil[sunting | sunting sumber]

Menteri Mentor Lee Kuan Yew beserta istri ketika mengunjungi Presiden Yudhoyono di Jakarta, Februari 2006
Selama masa kepemimpinan Lee sepanjang tiga dasawarsa, Singapura berkembang dari negara golongan Dunia Ketiga menjadi salah satu negara maju di dunia, walaupun dia mempunyai sedikit penduduk dan minimnya sumber daya alam. Lee kerap berkata bahwa satu-satunya sumber daya alam Singapura adalah rakyatnya dan ketekadan dalam bekerja. Ia dihormati oleh banyak rakyat Singapura, terutama generasi lansia yang mengingat karakter kepimimpinannya yang bersemangat selama kemerdekaan dan perpisahan dari Malaysia. Lee diakui sebagai arsitek kemakmuran Singapura pada masa kini, meskipun peran itu juga dilaksanakan oleh Wakil PM Goh Keng Swee yang mengurusi bidang ekonomi.

Kontroversi[sunting | sunting sumber]
Lee dianggap sebagai seorang otoriter yang condong kepada kaum elit. Lee sendiri pernah dikutip mengatakan bahwa ia lebih suka ditakuti daripada disayangi rakyatnya.

Lee melaksanakan beberapa peraturan keras guna menekan kaum oposisi dan kebebasan berpendapat, misalnya penuntutan perkara pemfitnahan hingga membangkrutkan musuh-musuh politiknya. Pada suatu perkara misalnya, setelah putusan pengadilan yang condong kepada Lee digulingkan oleh Dewan Penasihat, pemerintah menghapuskan hak untuk naik banding kepada Dewan. Selama Lee menjabat sebagai PM (1965–1990), ia memenjarakan Chia Thye Poh, mantan anggota Parlemen partai oposisi Barisan Sosialis, selama 22 tahun berdasarkan UU Keamanan Dalam Negeri. Chia bebas pada tahun 1989. Untuk memberikan wewenang penuh kepada para hakim dalam keputusan mereka, Lee menghapuskan sistem juri dalam pengadilan Singapura.

Memoar[sunting | sunting sumber]
Lee Kuan Yew telah menulis dua set buku riwayat hidup: The Singapore Story, pandangannya mengenai sejarah Singapura hingga negara itu keluar dari Federasi Malaysia pada 1965, dan From Third World to First: The Singapore Story, pandangannya mengenai perubahan Singapura menjadi negara maju.

Nilai dan kepercayaan[sunting | sunting sumber]
Lee merupakan salah satu peyokong terkemuka norma Asia, walaupun definisi yang dimaksudkannya kerap diperdebatkan. Lee juga mendukung tindakan egenetika. Pada suatu wawancara dengan koran The Straits Times, Lee mengakui dirinya seorang agnostik.

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

Lee telah menerima berbagai tanda penghargaan, termasuk "Order of the Companions of Honour" (1970), "Knight Grand Cross of the Order of St Michael and St George" (1972), "Freedom of the City" (London, 1982), "Order of the Crown of Johore First Class" (1984) dan "Order of the Rising Sun" (1967). (BBC)

No comments:

Post a Comment