!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Tuesday, October 21, 2014

Menlu AS Desak Asia Tingkatkan Upaya Lawan ISIS

John Kerry dan Joko Widodo
Menlu AS Desak Asia Tingkatkan Upaya Lawan ISIS

Mencegah perekrutan ektremis di Asia Tenggara merupakan prioritas non-militer utama dari Koalisi AS yang bersatu untuk menumpas kelompok ISIS.
JAKARTA—
Menteri Luar Negeri John Kerry pada Senin (20/10) meminta negara-negara Asia untuk meningkatkan upaya mereka melawan para ekstremis Negara Islam (ISIS) dan virus Ebola yang mematikan.

Berada di Jakarta untuk pelantikan Presiden Joko "Jokowi" Widodo, Kerry mengambil kesempatan itu untuk bertemu secara terpisah dengan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak dan Perdana Menteri Australia Tony Abbott.

Ia juga bertemu Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong, Menteri Luar Negeri Filipina Albert del Resario dan juga Presiden Jokowi.

Para pejabat dalam rombongan Kerry mengatakan mencegah perekrutan ektremis di Asia Tenggara, terutama di negara-negara mayoritas Muslim seperti Indonesia dan Malaysia, merupakan prioritas non-militer utama dari Koalisi AS yang bersatu untuk menumpas kelompok ISIS.

Amerika Serikat ingin negara-negara ini "melakukan dan bekerjasama lebih banyak" untuk mengusir ekstremis yang berceramah keluar dari wilayah mereka, menyanggah ideologi-ideologi ekstremis, mencegah aliran pejuang asing dan mengambil tindakan keras atas pembiayaan teroris, menurut para pejabat tersebut.

Kerry tidak berbasa-basi dalam menyampaikan pesannya, berterima kasih pada PM Najib atas "pernyataan-pernyataan kuat" negaranya melawan ideologi radikal ISIS, menurut para pejabat itu. Namun Kerry juga menekankan bahwa komunitas internasional harus terus mengambil tindakan keras untuk pejuang asing, ujar mereka.

Pada Abbott, Kerry memuji peran Australia dalam koalisi, yang termasuk komponen militer signifikan, dan mengatakan bahwa masyarakat Australia telah merasakan sendiri masalah yang diciptakan para pejuang asing.

Kehadiran warga Australia diantara para pejuang ISIS "membuat semua orang sadar betapa pentingnya bergabung dengan koalisi global dan untuk semua pihak memahami pertaruhannya," ujar Kerry pada Abbott.

Ia juga mengemukakan upaya-upaya militer koalisi yang telah mendapatkan dorongan dalam beberapa hari ini dari pemilihan menteri dalam negeri dan menteri pertahanan Irak yang baru.

"Hal tersebut terutama membantu dalam perencanaan dan implementasi upaya-upaya kami," ujar Kerry.

Kunjungan Kerry ke Jakarta, yang memerlukan lebih dari 26 jam perjalanan hanya untuk berada di darat selama 24 jam sebelum ia pergi ke Jerman Selasa, bertujuan untuk menyoroti komitmen pemerintahan Barack Obama di wilayah Asia Pasifik, terutama harapan-harapan untuk Indonesia, negara berpenduduk mayoritas Muslim terbesar di dunia dan negara demokrasi terbesar ketiga.

Asia merupakan tempat ekonomi-ekonomi dengan pertumbuhan tercepat. Kerry telah melakukan delapan kunjungan ke Asia dalam 20 bulan terakhir, dan Presiden Obama akan terbang ke China, Myanmar dan Australia bulan depan.

Terkait Ebola, Kerry meminta negara-negara Asia untuk meningkatkan kontribusi mereka pada upaya global untuk menghentikan penyebaran virus tersebut, menurut para pejabat AS. (AP)

Panglima AS: Kobani Mungkin Jatuh ke Tangan ISIS
Jenderal Lloyd Austin mengatakan di Pentagon hari Jumat (17/10) bahwa kelompok ISIS sepertinya memprioritaskan untuk merebut kota Kobani di Suriah.
Panglima Komando Pusat AS yang membawahi kawasan Timur Tengah mengatakan serangan udara koalisi yang dipimpin AS dan pasukan darat Kurdi telah mencapai kemajuan yang “membesarkan hati” atas militan Negara Islam atau ISIS yang berupaya merebut Kobani, tetapi kota perbatasan di Suriah itu masih “sangat mungkin” jatuh ke tangan kelompok tersebut.

Jenderal Lloyd Austin mengatakan kepada para wartawan di Pentagon hari Jumat (17/10) bahwa kelompok ISIS itu sepertinya telah mengambil keputusan untuk memprioritaskan perebutan Kobani.

Meskipun AS membantu dalam pertempuran di Kobani, Jenderal Austin mengatakan fokus utama militer AS adalah Irak dan membantu pasukan Irak dalam bertempur melawan ISIS.

Dalam wawancara dengan VOA, Kepala Staf Militer Irak Babakir Zebari mengatakan dia yakin pasukan Irak dapat “menjalankan tugasnya” dalam mengalahkan para pejuang ISIS “jika mereka mendapatkan dukungan yang kuat dari udara serta pelatihan.”


Jenderal Austin mengatakan secara keseluruhan kampanye melawan ISIS di Irak dan Suriah tersebut berdampak pada melemahnya kapabilitas ISIS, namun “masih memerlukan waktu.” (VOA)

No comments:

Post a Comment