!-- Javascript Ad Tag: 6454 -->

Monday, March 31, 2014

Puing yang Diduga dari Pesawat Malaysia ternyata Alat Memancing

Puing yang Diduga dari Pesawat Malaysia ternyata Alat Memancing

PM Australia Tony Abbott – yang negaranya kini memimpin upaya pencarian pesawat jet Malaysia yang hilang sejak 8 Maret lalu – mengatakan ia tidak menetapkan batas waktu pencarian pesawat tersebut.

Para pejabat mengatakan puing-puing yang terlihat dan diperkirakan sebagai petunjuk menjanjikan atas pesawat Malaysia Airlines tersebut, ternyata adalah peralatan memancing.

Dalam beberapa pekan terakhir ini, satelit-satelit dan pesawat-pesawat pencari telah mengumumkan lokasi ratusan puing yang diharapkan tim penyelidik hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370 bisa digunakan untuk melacak keberadaan pesawat itu. Tetapi sejauh ini mereka belum berhasil menemukan puing-puing atau obyek apapun dari pesawat yang hilang tersebut.

Hari Senin (31/3) – armada 11 kapal – termasuk tujuh kapal dari China, serta 10 pesawat terbang, menjelajahi daerah seluas 254.000 kilometer persegi di Samudera India itu. Tim pencari melaporkan beberapa lagi objek yang diidentifikasi sebagai petunjuk yang menjanjikan.

Meski frustrasi, Perdana Menteri Australia Tony Abbott – dalam konferensi pers di Perth hari Senin – mengatakan tidak ada batas waktu yang ditetapkan untuk menemukan pesawat tersebut.

“Saya tentu saja tidak menetapkan batas waktu pencarian. Kita berkewajiban kepada keluarga para penumpang, kepada setiap orang yang melakukan perjalanan udara, pada negara-negara yang warganya berada di dalam pesawat yang hilang itu, kepada dunia yang selama tiga minggu ini terpaku oleh misteri ini, kepada setiap orang yang melakukan apapun yang masuk akal dalam upaya pencarian ini, dan karenanya kita akan terus melakukan pencarian pada hari-hari mendatang,” ujar Abbott.

Tony Abbott menambahkan intensitas operasi ini terus meningkat meski menghadapi tantangan dan besarnya operasi yang disebutnya sebagai “upaya yang luar biasa sulitnya”.

Menteri Pertahanan Malaysia Hishamuddin Hussein hari Senin mengatakan ia akan melakukan perjalanan ke Hawaii pekan ini untuk bertemu Menteri Pertahanan Amerika Chuck Hagel dan membahas upaya pencarian tersebut. Ia juga akan berbicara dengan mitra-mitranya – para menteri pertahanan ASEAN – di Honolulu.

Pemerintah Malaysia mengatakan mereka bekerjasama dengan Australia untuk membentuk Pusat Koordinasi Instansi Gabungan baru yang dipimpin oleh pensiunan kepala staf angkatan udara Australia, yang akan mengkoordinasi upaya pencarian internasional dari pangkalan udara Pearce di Perth – Australia.

Sebuah kapal yang membawa alat khusus pendeteksi kotak hitam pesawat diperkirakan akan tiba di daerah itu hari Kamis. Tim penyelidik berharap bahwa jika mereka dapat membawa alat itu cukup dekat dengan alat pencatat penerbangan pesawat, alat itu akan mendeteksi sinyalnya dan para pencari akan dapat menentukan lokasi reruntuhan utama pesawat.

Dua puluh enam negara terlibat dalam operasi pencarian pesawat Malaysian Airlines MH370 yang hilang dari radar 8 Maret lalu selagi dalam penerbangan dari Kuala Lumpur menuju Beijing dengan 239 penumpang dan awak pesawat. Sebagian besar penumpang atau sekitar 154 orang adalah warga negara China.

Anggota-anggota keluarga warga China itu memprotes keras cara Malaysia menangani situasi musibah tersebut.

Tetapi hari Senin, suratkabar pemerintah China “China Daily” mempublikasikan sebuah editorial yang tampaknya memperlunak sikap resmi pemerintah China, dengan menyatakan orang “seharusnya tidak tenggelam dalam kemarahan dan bagi keluarga korban untuk menerima tragedi tersebut. Suratkabar itu menyatakan satu-satunya yang dapat dilakukan sekarang adalah melanjutkan pencarian puing pesawat tersebut.
VOA

No comments:

Post a Comment